Menggali Potensi Mahasiswa Lewat Pengalaman, Bukan Sekadar Penilaian

Menggali Potensi Mahasiswa Lewat Pengalaman, Bukan Sekadar Penilaian

Transisi dari bangku sekolah ke dunia perkuliahan adalah fase yang penuh tantangan. Di titik inilah mahasiswa mulai membentuk cara berpikir, bekerja sama, mengambil keputusan, dan memaknai peran mereka di masa depan.

Berangkat dari pemahaman tersebut, pada 21–22 Juli, A2S Consulting menyelenggarakan Game-Based Assessment bagi Mahasiswa Baru Angkatan 2025 Universitas Prasetiya Mulya. Game-Based Assessment merupakan sebuah pendekatan asesmen yang dirancang untuk melihat potensi mahasiswa secara lebih manusiawi, kontekstual, dan bermakna.

Selama dua hari, mahasiswa tidak dihadapkan pada tes tertulis atau pertanyaan abstrak. Sebaliknya, mereka diajak mengalami langsung berbagai situasi simulatif yang merepresentasikan tantangan nyata.

Di hari pertama, peserta mengikuti lima permainan terstruktur yang menuntut kerja sama, komunikasi, ketahanan emosi, serta kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan. Selanjutnya, di hari kedua mereka melangkah lebih jauh. Berkolaborasi dalam tim untuk merancang sebuah prototype bisnis, dengan keterbatasan waktu dan sumber daya yang sengaja dirancang sebagai bagian dari pembelajaran.

Sepanjang proses tersebut, tim psikolog A2S Consulting melakukan observasi perilaku secara menyeluruh. Bukan hanya melihat hasil akhir, tetapi juga bagaimana peserta berpikir, berinteraksi, beradaptasi, dan merefleksikan pengalaman mereka.

Game-Based Assessment ini bukan sekadar alat ukur, melainkan ruang belajar awal, tempat mahasiswa mulai mengenali potensi diri, gaya bekerja, serta peran mereka dalam tim. Bagi institusi, program ini menjadi fondasi data awal untuk mendukung pengembangan mahasiswa secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan berbasis pengalaman, A2S Consulting percaya bahwa potensi terbaik seseorang muncul ketika ia diberi ruang untuk mengalami, bukan hanya diuji.

Anonim

Tuesday, January 27 2026